Jumat, 18 September 2015

Tugas 2

DIAM ITU MENYAKITKAN

Selamat malam teman-teman ^_^ udah lama nggak ngeposting nih, mumpung lagi gak ada kerjaan mending bikin postingan.

Nah, kali ini saya mau ngeposting tentang curhatan saya siapa tau ada yang ngalamin hal yang sama, terutama para perempuan nihhh..

Menginjak remaja dimana seseorang akan mulai tertarik pada lawan jenis yang tentunya selalu dikaitkan dengan Cinta. Ya, jatuh cinta tepatnya.

Jatuh cinta pada seseorang itu membuat perubahan besar pada 
         (Https://bnn.dki.com)        diri kita, bahkan hal yang sangat kita benci sekalipun tatkala melihat orang yang disukai menyukai hal itu, kita bisa mendadak menyukai hal yang sama bukan? misalnya, kamu gak suka baca buku novel, tapi setelah tahu si dia suka baca buku novel, kamu bisa mendadak jadi suka baca novel yang tentunya hanya novel yang suka dibaca di dia aja. *pengalaman hihi xD

(https://nyunyu.com)
Selain itu, jatuh cinta juga bisa membuat kita seperti orang gila di lain waktu. nih ya misalnya gara-gara tadi siang ketemu si dia, eh malam-malamnya ngelamun sambil senyam senyum sendiri mikirin kejadian yang tadi. *nahloh?

(https://ciricara.com)
Tapi kalian pernah gak sih ngerasain jatuh cinta tapi nggak bisa ngungkapinnya? dan akhinya kamu memutuskan buat diam aja mendem semuanya berharap si dia peka, eh tau nya si dia malah jadian sama yang lain? gimana? nyesekkan? nah inilah yang membuat orang yang jatuh cinta seperti orang setres. Ya, marah-marah sendiri, kadang juga ada yang ngomel-ngomel didepan cermin, ya ...ngomelin dirinya sendiri karena nyesel nggak ngungkapin duluan xD


So, jangan diam aja mendem perasaan. kalo emang suka ya bilang suka. jikalau gak diterimannya juga gak bakalan penasaran. daripada nggak pernah bilang sama sekali yang akhirnya keburu di ambil orang lain? nyeselkan.

(sekilas-bloger.blogspot.com)

Oke segini dulu postingan saya kali ini. Banyak yang salah? Mohon di maklum masih dalam proses latihan xD kritik dan sarannya di tunggu dikomentar ya .. ^_^

Ci Yu :P
Read More ->>

Minggu, 23 Agustus 2015

Malin Kundang

Dahulu kala, tersebutlah sebuah keluarga miskin yang terdiri dari seorang ibu dan anaknya yang bernama Malin Kundang. Karena ayahnya telah meninggalkannya, sang ibu pun harus bekerja keras sendiri untuk bisa menghidupi keluarganya.


Malin adalah anak yang pintar tapi sedikit nakal. Ketika dia beranjak dewasa, Malin merasa kasihan pada ibunya yang sedari dulu bekerja keras menghidupinya. Kemudian Malin meminta izin untuk merantau mencari pekerjaan di kota besar.

“Bu, saya ingin pergi ke kota. Saya ingin kerja untuk bisa bantu ibu di sini.” pinta Malin.
“Jangan tinggalkan ibu sendiri, nak. Ibu hanya punya kamu di sini.” kata sang ibu menolak.
“Izinkan saya pergi, bu. Saya kasihan melihat ibu terus bekerja sampai sekarang.” kata Malin.
“Baiklah nak, tapi ingat jangan lupakan ibu dan desa ini ketika kamu sukses di sana” Ujar sang ibu berlinang ari mata.

Keesokan harinya Malin pergi ke kota besar dengan menggunakan sebuah kapal. Setelah beberapa tahun bekerja keras, dia berhasil di kota rantauannya. Malin sekarang menjadi orang kaya yang bahkan mempunyai banyak kapal dagang. Dan Malin pun sudah menikah dengan wanita cantik di sana. Berita tentang Malin yang menjadi orang kaya sampai lah ke ibunya. Sang ibu sangat senang mendengarnya. Dia selalu menunggu di pantai setiap hari, berharap anak si mata wayangnya kembali dan mengangkat drajat ibunya. Tetapi Malin tak pernah datang.









Suatu hari istiri Malin bertanya mengenai ibu Malin dan ingin bertemu dengan nya. Malin pun tidak bisa menolak keinginan istri yang sangat dicintainya itu. Malin menyiapkan perjalanannya tersebut menuju desanya menggunakan sebuah kapal pribadinya yang besar nan cantik. Akhirnya Malin pun datang ke desanya beserta istri dan anak buahnya.

Mendengar kedatangan Malin, sang ibu merasa sangat gembira. Dia bahkan berlari menuju pantai untuk segera melihat anak yang disayanginya pulang.

“Apa itu kamu Malin, anak ku? Ini ibu mu, kamu ingat” Tanya sang Ibu.
"Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirim kabar?" Katanya sambil memeluk Malin Kundang.

Sang istri yang terkejut melihat kenyataan bahwa wanita tua, bau, dekil yang memeluk suaminya, berkata:
"Jadi wanita tua, bau, dekil ini adalah ibu kamu, Malin"

Karena rasa malu, Malin Kundang pun segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga jatuh.
“Saya tidak kenal kamu wanita tua miskin” kata Malin.
"Dasar wanita tua tak tahu diri, Sembarang saja mengaku sebagai ibuku." Lanjut Malin membentak.

Mendengar perkataan anak kandungnya seperti itu, sang ibu merasa sedih dan marah. Ia

tidak menduga, anak yang sangat disayanginya berubah menjadi anak durhaka.
"Oh Tuhan ku yang kuasa, jika dia adalah benar anak ku, Saya mohon berikan azab padanya dan rubah lah dia jadi batu." doa sang ibu murka.

Tidak lama kemudian angin dan petir bergemuruh menghantam dan menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu, Tubuh Malin Kundang kaku dan kemudian menjadi batu yang menyatu dengan karang.
Read More ->>

Minggu, 09 Agustus 2015

Nama : Fenty
Kelas : 3a5
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.

animasi bergerak

animasi bergerak

Popular Posts

Pages - Menu